Sukses

Lifestyle

Kembali Jadi Working Mom, Semua demi yang Terbaik untuk Buah Hati

Fimela.com, Jakarta Punya cerita mengenai usaha memaafkan? Baik memaafkan diri sendiri maupun orang lain? Atau mungkin punya pengalaman terkait memaafkan dan dimaafkan? Sebuah maaf kadang bisa memberi perubahan yang besar dalam hidup kita. Sebuah usaha memaafkan pun bisa memberi arti yang begitu dalam bagi kita bahkan bagi orang lain. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Fimela: Sambut Bulan Suci dengan Maaf Tulus dari Hati ini.

***

Oleh: Yang Nofiar Desmayani - Solo

Working mom? Tak pernah terbayangkan akan kujalani lagi setelah bertahun-tahun lalu memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan menjadi full-time mother. Dahulu, saat memutuskan untuk menjadi full mother, banyak harapan dan idealisme sebagai seorang ibu yang ingin kuwujudkan.

Dilatarbelakangi oleh banyaknya perkataan yang berseliweran di sekitarku di mana anggapan profesi sebagai full-time mother adalah profesi terbaik bagi seorang wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. Dengan banyak komentar negatif pada seorang working mom membuat tekadku semakin kuat untuk bisa menjadi ibu sejati bagi anak-anakku.

Dan itulah yang kemudian kujalani. 24 jam berada di rumah. Full mengurusi kebutuhan rumah tangga terutama anak-anak. Tanpa asisten rumahtangga, tanpa keluarga dekat yang membantu, aku merasa berjuang sendiri membesarkan anak-anak bermodalkan pengetahuan dari seminar-seminar parenting dan membaca banyak ulasan tentang dunia anak-anak di dunia maya.

Kesulitan? Tetap ada. Namun aku tak pantang menyerah. Hasilnya? Anak-anak tumbuh sehat dan ceria. Sebuah prestasi yang luar biasa menurutku. Apalagi kemudian banyak teman-teman yang sering meminta pendapatku atau sekadar sharing bersama tentang mendidik anak-anak. Aku pun merasa benar-benar telah menjadi ibu yang sejati dan tentu saja sempurna.

Namun sesuatu terjadi dalam rumahtangga dan aku harus banting setir menjadi pencari nafkah untuk anak-anak. Tidak ada pilihan. Kembali menjadi working mom adalah satu-satunya cara agar aku dan anak-anakku dapat bertahan hidup.

 

Kembali Sibuk Bekerja

Di usia yang sudah tidak muda lagi ini, berkat jasa seseorang aku pun mendapat pekerjaan. Dan sejak itu, kehidupanku berubah. Pergi pagi pulang menjelang malam, karena letak kantorku yang jauh dari kediaman. Di hari weekend akupun tetap bekerja sebagai pelatih renang dan di sela-sela waktu luang yang ada, aku manfaatkan untuk menulis lalu aku kirimkan baik ke media cetak maupun elektronik.

Konsekuensinya? Waktu kebersamaan bersama anak-anak praktis berkurang. Seringkali ketika sampai di rumah, anak-anak sudah tertidur lelap. Melihat itu, aku hanya bisa mencium dan memeluk erat mereka satu per satu sambil berusaha menahan airmata. Kukeraskan hati, aku harus tabah dan tidak boleh lemah atau putus asa. Aku yakin usahaku tidak akan terbuang cuma-cuma.

Namun yang membuatku terkadang goyah adalah ucapan teman-teman termasuk tetangga rumahku. Mereka yang tidak tahu apa-apa, hanya mengambil kesimpulan sesat atas aktivitasku. Mereka hanya tahu aku meninggalkan anak-anak dan lebih mementingkan pekerjaan. Namun mengingat tujuanku bekerja dan fokusku pada anak-anak, aku berusaha mengabaikan semua itu, meski tidak bisa kupungkiri bahwa rasa sakit hati atas perkataan mereka membuatku sedih sehingga aku memutuskan untuk lebih menjaga jarak dengan mereka.

Di momen ramadan ini, aku hanya berharap bahwa aku dapat bersikap lebih dewasa lagi, lebih tenang dan fokus dalam menjalani hidup. Ada anak-anak yang membutuhkan diriku. Aku tidak perlu menggubris perkataan negatif orang lain dan tidak perlu bersusah payah menjelaskan kepada mereka. Cukup diam dan bersabar diri. Inshaa Allah dengan cara ini aku bisa memaafkan mereka dengan lebih ikhlas.

Hidup ini tidak mudah. Butuh perjuangan dan usaha yang keras, namun diimbangi dengan hati yang sabar. Memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti kita dan move on dari mereka, menurutku adalah cara terbaik untuk dapat menjalani hidup ini dengan tenang.

Simak Video di Bawah Ini

#GrowFearless with FIMELA

Loading