Sukses

Lifestyle

Dia Bukan Jodoh Terbaik bila Memilih Mundur dalam Hubungan

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagan yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini. 

***

Oleh: Eca - Jakarta

Hi perkenalkan nama aku Eca, aku akan berbagi sedikit pengalaman aku tentang percintaan ya, semoga bermanfaat dan bisa diambil hikmah nya tentunya.

Aku seorang perantau di ibu kota, Jakarta. Pada awalnya aku tinggal bersama saudara ibu di Bekasi, namun karena jarak tempuh Jakarta – Bekasi, aku rasa tubuh aku semakin capek, aku memilih untuk kost di dekat kantor tempat aku bekerja, April 2018 aku mencoba untuk hidup mandiri dengan kost. Setelah pencarian yang dadakan, aku kurang beruntung mendapatkan tempat kost yang nyaman, akhirnya aku memilih pindah, setelah satu bulan. Alhamdulilah-nya setelah aku pindah aku mendapatkan tempat kost yang lebih baik dari sebelumnya, aku tidak merasakan seperti orang yang sendiri dan kesepian. Aku punya tetangga kost yang baik.

Temanku kost sama seperti aku juga, seorang pegawai swasta di salah satu kantor jasa. Bisa dibilang mak comblang aku, karena secara tak langsung temankulah yang memperkenalkan aku dengannya, sosok yang begitu aku kagumi. Aku pikir ketidaksengajaan temanku bercerita tentang aku kepadanya berakhir dengan cukup tahu, ternyata salah. Singkat cerita, aku dan dia dekat lewat medsos yakni FB, kami sebelumnya tidak berkenalan secara langsung, bahkan bertemu pun belum sama sekali, hanya lewat chat saja. Setelah satu bulan komunikasi by chatting akhirnya kami bertemu.

Bulan demi bulan kami semakin dekat, hampir setiap hari kami berkomunikasi, mengalir dengan sangat baik, dia yang tulus, dia yang selalu siap sedia mendengarkan setiap cerita dari aku. Aku sudah merasa yakin bahwa dia adalah takdirku. Iya, akhirnya kami resmi jadian Juli 2018, ah aku merasa punya sosok lelaki yang luar biasa.

Dia Memilih Mundur

Aku berpikir bahwa dengan komunikasi secara intens, kami akan saling tahu satu sama lain, dan aku salah banyak, rahasia besar yang dia coba sembunyikan dari aku, tentang masa lalunya. Namun aku telah berkomitmen terhadap diriku. Bagaimana pun keadaan dia, aku akan terima, selalu membersamai dia bagaimana pun masa lalunya aku terima, asal dia mau berusaha bersama-sama menjadi lebih baik lagi. Kami mencobanya. Hingga pada akhirnya dia menyerah untuk tetap di sampingku, ia memilih mundur, dia tidak mempertahankan hubungan kami.

Aku jatuh begitu dalam, sempat ada perasaan benci kepadanya, dan menganggap dia seperti seorang pengecut yang tidak punya nyali, namun dengan berjalannya waktu aku mencoba memperbaiki semua. Aku membolak-balikkan pikiranku, mungkin dia memang bukanlah jodoh terbaik dari Allah.

Alhamdulillah sampai sekarang hubungan kami masih baik (dan aku berharap selalu baik, semoga), hanya saja sejak perpisahan itu kami saling menarik diri satu sama lain. Terima kasih Mas, untuk perhatian yang Mas kasih, terima kasih sudah kasih aku pengalaman yang luar biasa, aku berdoa semoga Mas selalu diberikan kebaikan oleh Allah SWT, aamiin.

Jakarta, 05 September 2019

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Pacarku Seorang Pencandu
Artikel Selanjutnya
Sudah Berjuang Keras tapi Belum Berjodoh, Ikhlaskan Saja