Sukses

Lifestyle

Cinta Pertama Tak Selalu Memberi Akhir yang Bahagia

Fimela.com, Jakarta Setiap orang punya kisah cinta yang unik. Ada yang penuh warna-warni bahagia tapi ada juga yang diselimuti duka. Bahkan ada yang memberi pelajaran berharga dalam hidup dan menciptakan perubahan besar. Setiap kisah cinta selalu menjadi bagian yang tak terlupakan dari kehidupan seseorang. Seperti kisah Sahabat Fimela yang disertakan dalam Lomba My Love Life Matters ini.

***

Oleh: Heni Pratiwi - Bali

Ini adalah kisah delapan tahun silam tentang cinta pertamaku. Aku masih berusia 13 tahun saat pertama kali merasakan apa yang dinamakan cinta. Aku mencintai teman sekelas yang duduk tepat di belakangku. Dia tampan dan sangat kurus untuk anak seusianya hal yang paling membekas dalam ingatanku tentang sosok dia remaja adalah rambutnya yang berdiri seperti duri landak, membuatku tertawa setiap mengingatnya sekaligus membuatku menyadari seberapa besar perasaanku untuknya. Senyuman manis dari deretan gigi gingsulnya membuat jantungku berdegup kencang.

Kuceritakan semua perasaanku Ini kepada teman sebangku yang juga sahabat karibku. Dia mendukungku dan membuatku terus berharap dengan perasaan yang semakin besar dari hari ke hari. Tak bisa kupungkiri dia membawa perubahan besar dalam hidupku. Dia membuatku rajin belajar seperti selayaknya peran cinta dalam drama, perasaan ini terus kupendam rapat rapat tanpa seorangpun yang mengetahuinya. Día tetap menjalani kehidupannya seperti biasa. Aku menahan perasaanku saat mengetahui dia berpacaran dengan gadis kelas sebelah tapi apa dayaku aku hanya bayangannya. Aku tidak akan pernah pantas untuknya.

Aku melewati hari demi hari dengan mengagumi sosok hangat seorang dia. Dia yang menjadi panutan dan motivasiku, dia bersikap baik kepada semua wanita, tapi aku rasa perlakuannya padaku berbeda. Tatapan matanya lembut membuatku berpikir dia juga menyimpan rasa yang sama sepertiku. Aku bahagia tanpa pernah berpikir mendekatinya atau mengungkapkan perasaanku padanya. Kebahagianku sudah cukup hanya dengan melihatnya delapan jam sehari di kelas dan menghirup udara yang sama dengannya.

Dia Mencintai Sahabatku

Suatu ketika, sebuah pesan masuk ke ponselku dan ternyata itu dia masih terbayang sampai sekarang betapa senangnya aku saat itu. Sahabatku membeberkan semuanya ke dia. Selama berapa bulan kami berkomunikasi intensif aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia. Namun, tetap saja aku dihantui rasa cemas akan perkataan orang-orang tentang aku yang tak secantik mereka tentang fakta bahwa mereka mungkin akan mengejeknya jika kita pacaran, membuatku merasa sangat rendah diri. Detik itu juga aku memutuskan komunikasi kami secara sepihak. Tapi día tetap mencoba menghubungiku.

Saat aku berencana untuk kembali padanya Tuhan berkata lain membuatku mengetahui suatu fakta mengejutkan. Dia ternyata mencintai sahabatku. Satu per satu cerita yang telah berlalu berputar membentuk sebuah cerita membuatku menyadari semua yang dia lakukan selama ini hanya untuk mendekati sahabatku.

Aku patah hati. Hilang sudah semua cita-citaku bersamanya. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi menjalin hubungan lebih dari sebatas teman dengan lawan jenisku. Aku benar-benar tak menyangka hal itu membuatku terluka lebih besar dari yang kubayangkan. Aku murung berhari-hari. Sahabatku yang tidak tahu menahu tentang hal ini terus menerus mencoba menghiburku yang sedang patah hati, dengan alasan yang tak jelas aku mengabaikannya. Cinta pertamaku kandas seperti dedaunan di musim gugur.

Ibuku pernah bilang cinta pertama selalu berakhir menyedihkan dan sepertinya aku sangat sependapat dengannya setelah melalui semua Ini. Drama fantasi indah tentang cinta pertama sudah berakhir. Walau pahit, terima kasih kepada día yang sudah mengisi 2/3 masa SMP-ku dengan kenangan berharga yang akan kusimpan sampai nanti, di mana pun kamu sekarang tetaplah bersinar just the way you are. Aku selalu berharap yang terbaik untukmu semoga kamu bertemu seorang wanita baik yang membuatmu bahagia. Sementara aku di sini akan selalu mencintaimu sebagai bagian dari masa laluku.

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Pengumuman Pemenang Lomba Menulis My Love Life Matters
Artikel Selanjutnya
Jika tak Berjodoh, Sebuah Pertemuan takkan Menetap Lama