Sukses

Lifestyle

Mengalami Sakit Lutut di Usia Muda, Perempuan Ini Lakukan Diet Sehat

ringkasan

  • Ashley Kincade melakukan diet karena berat badanya membuatnya sakit di bagian lutut.
  • Ashley berhasil menurunkan berat badan hingga total 49 kilo

Fimela.com, Jakarta Memiliki berat badan yang ideal bukan saja hanya memengaruhi penampilan, melainkan berpengaruh kepada kesehatanmu. Obestitas pun menjadi salah satu faktor pemicu diabetes hingga sakit lutut. Maka tak ada salahnya untuk melakukan diet demi tubuh yang lebih sehat.

Ashley Kincade pun merupakan salah satu perempuan yang melakukan diet karena berat badanya membuatnya sakit di bagian lutut. Dari situlah perempuan yang tinggal di Chandler, Arizona, melakukan defisit kalori untuk menurunkan berat badan dan rajin berolahraga lewat YouTube di rumah dan kelas gym untuk menurunkan berat badan hingga 49 kilo gram.

Perempuan berusia 27 ini menyampaikan, sebelum perjuanganya menurunkan berat badan. Ia sangat suka makan berlebihan, kecanduan makanan, makan emosional, dan melakukan diet yo-yo. Dan tidak melalukan olahraga karena begitu sulit. 

Karena berat badannya, kaku dan tungkai Ashley sakit sepanjang waktu, dan saat berusia awal 20-an ia mengalami cedera lutut, dan sulit sembuh karena ia harus menopang berat badannya dengan kakinya.

“Saya tahu jika menurunkan berat badan, itu akan mengurangi tekanan pada kaki dan lutut.  Saya merasa tidak nyaman dan kehabisan napas bahkan melakukan aktivitas sederhana seperti menjalankan tugas, seperti tubuh saya kehabisan energi. Akhirnya pergi ke dokter dan dia menjelaskan  bahwa mungkin mengembangkan masalah kesehatan lainnya.  Saya tidak ingin menjadi tidak sehat hanya pada usia 20 tahunan,” ujarnya melansir womenhealthmagazine. 

Memutuskan untuk diet

Setelah pergi ke dokter, Ashley tersadar jika harus membuat resolusi Tahun Baru pada Januari 2018, dengan menjalankan diet dan olahraga agar tubuhnya tetap sehat dan bugar. 

“Saya memberi tahu semua teman dan keluarga untuk membantu saya tetap bertanggung jawab dengan resolusi tersebut,” ujarnya.

Ashley alergi terhadap susu dan kedelai, ini menbuatnya kesulitan saat pertama kali memulai perjalanan penurunan berat badan karena tidak yakin harus makan apa. 

Ketika memulai perjalanan kesehatannya, ia berbicara dengan dokter tentang jenis makanan apa yang harus dicoba masukkan ke dalam diet, dan dia mengatakan kepadanya untuk selalu tetap dalam defisit kalori.  

“Sekarang saya mencoba untuk menghindari makanan olahan sebanyak mungkin, dan berusaha untuk tidak makan banyak karbohidrat. Butuh banyak percobaan dan kesalahan untuk menemukan apa yang membuat saya kenyang dan apa yang bisa saya buat dengan cepat, karena saya bekerja,” ungkapnya.

Ia mulai dengan mengubah apa yang  dimakan untuk sarapan setiap hari.  Begitu menguasainya, ia mengubah apa yang dimakan untuk makan siang, diikuti dengan makanan ringan dan makan malam.

Sekarang ia telah makan makanan yang seimbang dengan sekitar 1.400 hingga 1.600 kalori sehari.  Ia juga tetap makan-makanan yang ia sukai dua kali dalam sebulan. 

Menu diet dan olahraga

Sarapan: Sandwich sarapan Jimmy Dean, yaitu putih telur dan sosis kalkun di atas roti gandum tidak menggunakan kenu.  Atau,  akan memesan sepotong roti gandum dengan setengah buah alpukat dan tiga putih telur.

Makan siang: Bungkus kalkun dengan tortilla rendah karbohidrat dan sayuran (seperti kacang hijau, brokoli), atau salad dengan ayam panggang dan irisan almond.

Camilan: Biasanya makan dua camilan sehari, satu setelah sarapan dan satu setelah makan siang.  Favoritnya adalah: sebungkus oatmeal polos dengan satu porsi bubuk protein,  protein bar, kue beras dengan satu sendok makan selai kacang, atau pisang dengan selai kacang.

Makan malam: Nasi kembang kol atau satu mangkuk nasi merah dengan ayam panggang berbumbu, setengah buah alpukat dan jus lemon.  Atau,  membuat ayam berbumbu di air frayer dengan sayuran.

Selain makanan yang diatur, ia juga berolahraga walau pada awalnya sulit namun kini ia menyukainnya. 

“Saya tidak punya stamina dan selalu lelah, juga mengalami cedera lutut, tetapi tidak membiarkan hal itu menahan saya. Memulai dengan sangat kecil dan hanya melakukan elips selama 15 menit setiap hari.  Saya membangunnya setiap minggu sampai  melakukan elips selama sekitar satu jam setiap hari,” ujarnya 

Setelah sekitar dua bulan,  mulai melakukan video latihan di rumah di YouTube.  Setiap hari membuat video latihan selama 45 menit atau satu jam, mulai dari menari dan senam hingga latihan kickboxing dan berat badan.Setelah setahun berolahraga di rumah setiap hari, berat  turun sampe 40 kg.  Setelah tahun itu berolahraga di rumah, ia memutuskan untuk mulai pergi ke gym.  

“Sekarang saya melakukan kelas kardio, angkat besi, lari, dan gym.  Kelas gym favorit saya adalah High Fitness, dan saya sebenarnya akan mendapatkan sertifikasi untuk menjadi instruktur High Fitness. Saya telah kehilangan total 49 kilo. Berat saya  dari 115 kilo menjadi 64 kilo, dan itu membutuhkan waktu sekitar satu setengah tahun.  Saya sekarang telah mempertahankannya selama satu setengah tahun,” ungkapnya.

Menurunkan berat badan mungkin adalah hal terbaik yang pernah dilakukan sepanjang hidupnya.  Prosesnya sulit, tetapi hasilnya luar biasa dan sangat berharga.  Hambatan terbesarnya adalah melatih otak untuk makan hanya ketika lapar, dan untuk tidak makan berlebihan.

“Saya tidak pernah merasa begitu energik dan cantik.  Saya ingin perempuan lain tahu bahwa  cantik apa adanya, tetapi tidak apa-apa untuk memperbaiki diri sendiri dan memiliki hal-hal yang tidak disukai.  Hanya saja, jangan lupa untuk tetap mencintai diri sendiri pada saat bersamaan saat menjalani proses tersebut.  Cobalah untuk tidak terlalu keras pada diri,” tutupnya.

#changemaker

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading