Sukses

Parenting

5 Gaya Parenting Orangtua Zaman Dulu yang Sebaiknya Tidak Diterapkan Sekarang

Fimela.com, Jakarta Gaya parenting yang diterapkan orangtua sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anak. Seiring dengan perubahan zaman yang begitu pesat, gaya parenting yang dilakukan orangtua pastinya mengalami perubahan. Orangtua zaman dulu mungkin lebih berpengalaman dalam mengasuh anak, namun tidak semua gaya parenting zaman dahulu cocok diterapkan untuk masa kini.

Mendidik anak zaman sekarang tentu berbeda dengan zaman dahulu. Perbedaan latar belakang orangtua dan pengetahuan dalam gaya parenting juga mempengaruhi bagaimana cara membesarkan anak dengan baik di tengah perubahan zaman. Namun, bukan berarti parenting yang dilakukan orangtua zaman dulu sepenuhnya buruk, hanya saja beberapa gaya parenting tersebut mungkin kurang sesuai untuk diterapkan dengan keadaan anak di zaman sekarang.

Berikut beberapa gaya parenting orangtua zaman dulu yang sebaiknya tidak diterapkan di masa sekarang:

Orangtua merasa paling benar

Orangtua merasa dirinya lebih berpengalaman dan paling benar, sehingga anak-anak tidak memiliki ruang untuk menyampaikan pendapatnya. Jika gaya parenting ini terus diterapkan, anak akan tumbuh menjadi seseorang yang takut untuk berekspresi dan kurang kreatif. Selain itu, kemampuan komunikasi anak juga dapat terganggu sebab anak tidak berani untuk menyampaikan pendapat serta berpikir kritis.

Orangtua tidak mau mengakui kesalahan dan meminta maaf

Meskipun orangtua mengetahui kesalahannya, sebagian orangtua merasa gengsi untuk mengakui kesalahannya tersebut. Sebelum mengajarkan anak untuk meminta maaf ketika melakukan kesalahan, sangat penting bagi orangtua untuk menjadi contoh anak-anaknya. Gaya parenting ini dapat diterapkan dengan cara sederhana seperti memberi penjelasan pada anak tanpa nada yang menggurui.

Orangtua terlalu membatasi anak

Orangtua zaman dulu terkenal sangat tegas, anak harus mengikuti apa yang diperintahkan dan dilarang oleh orangtuanya. Orangtua kurang memiliki rasa percaya kepada anak sehingga sering membatasi kegiatan anak. Bahkan, tak jarang orangtua yang membatasi minat dan bakat anaknya untuk berfokus pada keinginan orangtua serta menyesuaikan dengan stigma yang ada di masyarakat. Gaya parenting ini dapat menghambat perkembangan anak dan anak akan kesulitan menemukan jati dirinya.

Suka membandingkan anak

Banyak orangtua zaman dulu yang menilai pencapaian anak lain sebagai tolok ukur untuk anak-anaknya. Mereka sering kali membandingkan pencapaian anaknya dengan anak-anak lain yang dapat menurunkan rasa percaya diri anak. Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental anak, padahal anak memerlukan dukungan penuh dari orangtua atas setiap pencapaian yang telah diraihnya.

Kurang apresiasi anak

Sebagian orangtua merasa gengsi untuk memberikan apresiasi dan justru sering terokus pada kesalahan yang anak perbuat. Sikap orangtua yang otoriter ini merasa enggan untuk mengucapkan terima kasih atau memberikan apresiasi kepada anak. gaya parenting ini membuat anak merasa bahwa usaha baiknya tidak dihargai. Sikap ini juga dapat merusak kepercayaan diri anak.

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesOktober

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading