Bukti Penelitian, Menikah Bikin Jantung Sehat

Fimela diperbarui 19 Apr 2016, 11:40 WIB

Dalam sejumlah kasus, menikah bisa menghentikan rasa galau akan pasangan hidup. Kita semua pasti ingin menikah untuk bisa bahagia hingga akhir hayat. Tapi pernah menyangka nggak kalau ternyata menikah bisa bantu jaga kesehatan jantung kita?

Dilansir dari lifehack.org, ada penelitian yang menjabarkan kaitan antara status pernikahan dengan kesehatan jantung. Penelitian yang dilakukan oleh New York University’s Lagone Medical Centerini meneliti 3,5 juta orang Amerika yang secara sukarela menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi kesehatan dari tahun 2003 hingga 2008. Usia mereka rata-rata 64 tahun, 63 persen di antaranya wanita dan hampir 90 persen dari ras berkulit putih.

Penelitian tersebut menemukan bahwa ketika menyangkut soal penyakit kardiovaskular, status pernikahan berperan besar. Disimpulkan bahwa orang-orang yang sudah menikah memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular 5 persen lebih kecil dibandingkan orang-orang yang masih lajang.

Bisa dibilang ada kaitan antara pernikahan yang bisa memberi kestabilan emosi seseorang sehingga bisa terhindar dari penyakit jantung atau kardiovaskular. Selain itu, dari data Lagone Medical Centertersebut, para partisipan yang lajang punya kecenderungan memiliki kebiasaan merokok dan obesitas dibandingkan orang-orang yang sudah menikah atau bercerai.

Dari perspektif itu, kita bisa melihat jika pernikahan bisa membantu seseorang terhindar atau mengurangi kebiasaan merokok atau gaya hidup buruknya, maka kesehatan jantung akan terjaga. Sebagai contoh, seorang pria bisa berhenti merokok ketika menikah karena istrinya tak suka punya suami perokok. Hal ini tentu akan berkontribusi besar pada kebiasaan hidup yang lebih sehat dan terhindar dari penyakit kardiovaskular.

Dalam pernikahan yang stabil dan sehat, ada banyak keuntungan yang bisa didapat oleh pihak suami dan istri. Pernikahan yang harmonis bisa bantu menjaga kestabilan emosi juga mencegah terkena penyakit berbahaya seperti stroke dan penyakit jantung.

Tapi pada dasarnya semua kembali pada individu masing-masing, Ladies. Kalau setelah menikah, kamu dan pasangan masih melakukan kebiasaan buruk dan pola hidup yang nggak sehat, maka risiko terkena penyakit berbahaya bakal tetap ada. Namun, kita semua pastinya ingin mendapat pernikahan bahagia yang bisa memberi kebaikan untuk tubuh dan pikiran.

(vem/nda)