Ulasan Novel Ganjil-Genap Karya Almira Bastari

Endah Wijayanti diperbarui 07 Feb 2020, 10:14 WIB

Fimela.com, Jakarta Judul: Ganjil-Genap

Penulis: Almira Bastari

Editor: Claudia Von Nasution

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun?

Hidup Gala yang mendadak jomblo semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lajang menjelang umur kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, strategi pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut "disisir" demi menemukan pria idaman.

Akankah Gala berhasil menemukan pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?

***

Sudah pacaran 13 tahun dan berharap bisa segera menikah, eh tahunya malah diputus. Bahkan alasan putusnya pun nggak jelas. Itulah yang dirasakan oleh Gala ketika tiba-tiba saja pacarnya, Bara meminta putus. Usia sudah mendekati kepala tiga, Gala harus menghadapi kenyataan diputus oleh pacar yang selama 13 tahun menemani hari-harinya. Siapa yang tidak remuk menghadapi kenyataan seperti itu?

Beruntung Gala memiliki sahabat-sahabat yang selalu ada di sisinya. Nandi, Sydney, dan Detira menjadi orang-orang yang selalu menguatkan Gala. Bahkan ketiga sahabatnya itu tak segan-segan untuk ikut turun tangan langsung membantu Gala bisa segera move on. Berbagai macam cara Gala coba untuk bisa menemukan pengganti Bara. Mulai dari pergi liburan, ikut speed dating, mencoba Tinder, meminta dipertemukan dengan cowok baru, dan sebagainya.

Gala semakin tertekan ketika menghadapi kenyataan adiknya sudah akan dilamar kekasihnya. Tak pernah menyangka adiknya yang masih belia itu sudah mantap untuk menikah. Gala semakin didesak untuk segera menikah dengan Bara supaya tidak "dilangkahi". Tapi gimana mau menikah, kan sudah putus?

2 dari 3 halaman

Beban Kakak

Beban Kakak./Copyright Endah

Sebagai seorang perempuan yang hampir berusia 30 tahun dan masih lajang, ada tekanan untuk bisa segera menikah. Belum lagi bila harus dilangkahi dengan adik, sindiran dan gunjingan yang diterimanya mungkin tak akan ada habisnya. Namun, jika belum dapat jodoh yang tepat, harus bagaimana lagi. Meski begitu, Gala pun mengerahkan semua kemampuannya untuk menemukan jodoh. Jika di darat tak bisa menemukan jodoh, Gala pun mencarinya ke laut dan itu benar-benar ia lakukan.

Membaca novel Ganjil-Genap ini sangat menghibur sekaligus menghangatkan hati. Rasanya sungguh beruntung Gala masih memiliki sahabat-sahabat dekat yang selalu ada untuknya. Ada beberapa adegan yang sukses bikin ketawa. Di tengah situasi yang sedih dan kalut, masih ada sisipan adegan yang bikin ngakak sendiri. Baca novel ini memang jadi pengalaman yang tak terlupakan.

3 dari 3 halaman

Mencari Momentum

Butuh kepastian./Copyright Endah

Beberapa pria yang ditemui Gala dalam pencarian jodohnya juga unik-unik. Ada yang cowok dari masa lalu, sosok tak terduga dari Tinder, cowok berpakaian aneh, cowok yang ngobrolin mantan berjam-jam, dan masih ada yang lain. Mau disebutin satu-satu di sini tapi nanti sisi kejutannya akan hilang. Jadi, memang mending langsung baca sendiri novelnya, ya. Pastinya ada sosok yang benar-benar membekas di hati. Sosok yang membuat kita gemas sekaligus bisa paham dengan kondisinya, tapi juga kesal dengan situasi yang ada.

Jodoh seseorang memang selalu jadi misteri. Ada yang datang dengan cepat, ada yang sudah mampir lama tapi kemudian pergi, tapi ada juga yang masih harus dicari kemana-mana. Meskipun begitu, kebahagiaan diri sendiri tetap jadi hal yang utama dalam hidup ini. Adakalanya kita memang perlu berdamai dengan keadaan meski untuk bisa sampai ke titik damai itu harus jungkir balik dulu tak karuan.

Orangtua pun selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Bahkan ketika Gala dalam kondisi terpuruk karena diputus Bara, ada sesuatu yang benar-benar tak terbayangkan dilakukan oleh papanya. Ada adegan yang sebenarnya sedih tapi kocak tapi mau ketawa pun nggak tega. Hati orangtua mana yang tak ikut sedih melihat anaknya putus cinta.

Novel Ganjil-Genap ini asyik banget. Topik cinta, persahabatan, keluarga, dan self love diracik dengan "ramuan yang pas". Kalau otak lagi jenuh atau sedang merasa galau, novel ini bisa jadi sahabatmu. Kita akan dibuat kesal, ketawa sampai guling-guling, merenung, hingga akhirnya tersenyum sendiri membaca novel ini hingga akhir.

#ChangeMaker