Sukses

Fashion

Mengenal Psikologi Warna dalam Dunia Fashion yang Ternyata Punya Makna Mendalam di Baliknya

Fimela.com, Jakarta Warna menjadi salah satu unsur penting dalam dunia fesyen karena memiliki daya tarik tersendiri. Warna memiliki kemampuan luar biasa untuk menciptakan kontras, membangun harmoni, dan memberikan keseimbangan dalam pakaian. Tak bisa dipungkiri bahwa warna menjadi hal pertama yang diperhatikan dan dapat berpengaruh terhadap penampilan seseorang. Misal, penggunaan warna tertentu secara menerus dapat mencerminkan kepribadian orang tersebut.

Pernahkah Sahabat Fimela mendengar tentang psikologi warna? Dilansir dari hunarcourses.com, psikologi warna adalah pengaruh psikologis warna terhadap fungsi seseorang. Sederhananya, warna sebagai penentu perilaku manusia. Ada banyak hal yang dipengaruhi oleh warna, termasuk emosi, persepsi, suasana hati, simbol, dan lain-lain.

Seorang fashion designer memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi warna dalam desain busana, dengan menggunakan skema warna yang saling melengkapi, analog, atau lainnya untuk menciptakan kombinasi yang menarik secara visual. Memahami pentingnya warna dalam desain busana sangat penting untuk memilih warna secara efektif berdasarkan dampak psikologisnya. Baik itu menyampaikan informasi, melambangkan asosiasi budaya atau agama, atau memengaruhi perilaku konsumen.

Bagaimana warna mempengaruhi perilaku manusia?

Warna memiliki pengaruh psikologis yang mendalam terhadap perilaku, emosi, dan persepsi manusia. Dilansir dari medium.com, menurut psikologi Gestalt, otak manusia secara alami mengatur dan menafsirkan rangsangan visual, termasuk warna, dengan cara yang presisi. Warna tertentu mampu menimbulkan reaksi emosional yang kuat, sementara warna lain menimbulkan asosiasi dengan alam, budaya, atau memori. Keahlian ini sangat krusial dalam seni visual storytelling melalui busana di dunia fesyen.

Setiap warna memiliki makna yang berbeda. Berikut uraian singkat tentang makna-makna warna:

  • Kuning melambangkan kehangatan, energi, cerah, bahagia
  • Biru melambangkan ketenangan, kedamaian, kesedihan
  • Hijau melambangkan kesejukkan, alam, rasa iri
  • Putih melambangkan kesucian, kebersihan, keheningan
  • Hitam melambangkan ketidakbahagiaan, kejahatan, gelap
  • Merah melambangkan percaya diri, berani, cinta, amarah
  • Oranye melambangkan semangat, perhatian, sinar
  • Ungu melambangkan kekayaan, misteri, kebijaksanaan

Warna dalam dunia fashion

Warna mampu mempengaruhi penampilan seseorang dan setiap orang mungkin memiliki preferensi warna yang berbeda mencerminkan kepribadiannya. Berikut beberapa pengaruh warna dalam dunia fesyen:

Hitam

Melambangkan kekuasaan dan otoritas, serta membuat ilusi seseorang terlihat lebih kurus. Pakaian berwarna hitam banyak digemari karena kesannya yang timeless dan elegan.

Putih

Putih melambangkan kesucian dan kedamaian. Pakaian berwarna putih sering dipadukan saat musim panas karena dipercaya mampu memantulkan cahaya. Warna ini memberikan kesan anggun dan merupakan warna favorit sebab mudah dipadukan dengan warna apapun.

Merah

Merah merupakan warna yang intens. Warna ini mampu menyelimuti orang secara emosional seperti membangkitkan minat, cinta, dan ketertarikan. Karena warnanya yang mencolok, merah mampu menarik perhatian banyak orang.

Biru

Warna biru dikaitkan dengan relaksasi, karena warna ini mampu membawa rasa ketenangan, kedamaian. Warna ini juga dipercaya mampu menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, dan sebagainya.

Hijau

Hijau merupakan lambang kesejukan dan kesegaran. Warna hijau menjadi warna termudah untuk meningkatkan penglihatan. Warna ini sekaligus menjadi keseimbangan alami antara ketenangan dan kehangatan.

Oranye

Warna kuning cerah, oranye sering digunakan untuk menghasilkan pakaian yang dapat meningkatkan emosi dan menyebarkan keceriaan.

Fesyen tahun 1980-an dan 1990-an merupakan permadani warna-warni yang mencerminkan zaman. Warna neon tahun 1980-an mencerminkan antusiasme budaya pop. Pakaiannya dihiasi dengan warna merah muda neon, biru elektrik, dan hijau neon, memberikan kesan dramatis. Kemudian, fesyen mengalami perubahan yang lebih tenang pada tahun 1990-an, dengan warna-warna alami dan estetika grunge. Lingkungan fesyen didominasi oleh warna merah anggur tua, warna hijau hutan, dan warna coklat pedesaan.

Penulis: Maritza Samira

#BreakingBoundariesNovember

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading