Sukses

Health

Kebiasaan Makan dan Minum yang Memengaruhi Risiko Kanker Payudara

Fimela.com, Jakarta Ada bukti bahwa pilihan gaya hidup bisa memengaruhi risiko kanker. Secara umum, berolahraga, memilih makanan yang sehat dan membatasi konsumsi alkohol telah terbukti menurunkan kemungkinan kanker payudara.

Bukti telah dengan jelas menunjukkan bahwa kelebihan berat badan menimbulkan risiko lebih tinggi untuk kanker payudara. Oleh karena itu, ahli biasanya merekomendasikan diet dengan protein tanpa lemak, buah-buahan, dan sayuran, serta menghindari makanan olahan tinggi gula.

Pola makan nabati dan Mediterania bisa membantu mengurangi pertumbuhan sel kanker melalui sifat antioksidan, anti-inflamasi, dan antiproliferatifnya. Pola makan ini juga bisa mengurangi kerusakan DNA, yang mengarah pada pengurangan risiko kanker.

Peningkatan produksi estrogen dan insulin telah dikaitkan dengan perkembangan kanker payudara. Oleh karena itu, diet yang menampilkan makanan yang menurunkan kadar hormon tersebut, seperti diet Mediterania bisa membantu mencegah penyakit berkembang.

 

 

Kebiasaan makan dan minum yang bisa jadi pengaruh risiko kanker

Meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda, seperti minyak zaitun atau minyak ikan, buah-buahan, dan sayuran mungkin memiliki peran protektif dengan mengurangi hormon estrogen dan insulin, dan faktor-faktor yang menyebabkan peradangan kronis. Gagasan bahwa kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker payudara juga telah dikonfirmasi, oleh berbagai penelitian medis.

Pertambahan berat badan di usia paruh baya berkontribusi besar terhadap risiko kanker payudara. Walaupun tidak ada satu pun makanan atau bahan yang dikaitkan dengan perkembangan kanker payudara, para ahli menyatakan bahwa cara memasak makanan bisa berdampak pada bahaya yang berhubungan dengan kesehatan.

Makanan hangus bisa membuatnya karsinogenik. Menurut American Institute for Cancer Research, membakar daging, unggas, atau ikan bisa menyebabkan pembentukan amina heterosiklik atau HCA yang merupakan karsinogen yang telah terbukti berpotensi menyebabkan kanker.

 

Kebiasaan makan dan minum yang bisa jadi pengaruh risiko kanker

HCA terbentuk ketika asam amino dan keratin bereaksi terhadap suhu memasak yang tinggi. Jadi, hindari membakar makananmu.

Bagaimana dengan alkohol? Secara keseluruhan, penelitian menemukan bahwa terlalu banyak alkohol memang berkontribusi pada peningkatan risiko kanker payudara.

Minuman keras bisa meningkatkan kadar estrogen, yang berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan jaringan payudara. Studi secara konsisten mengaitkan peningkatan risiko kanker payudara dengan asupan alkohol, jadi batasi juga dirimu pada 3 atau lebih sedikit minuman beralkohol per minggu.

Loading