Sukses

Parenting

Hati-Hati, Ini 5 Tanda Anak yang Kecanduan Gadget

Fimela.com, Jakarta Interaksi dengan gadget lebih dari dua jam dalam sehari adalah waktu yang disarankan oleh para ahli. Namun, bagaimana jika anak ternyata sudah kecanduan gadget?

Apa tanda dari anak yang sudah kecanduan gadget? Dilansir dari purewow.com, Senin (5/8/2019), berikut ini adalah beberapa tanda anak yang kecanduan gadget, penasaran?

1. Kuantitas waktu

Para peneliti menemukan bahwa salah satu tanda dari anak yang kecanduan gadget adalah anak yang selalu berpikir tentang gadget. Contohnya adalah ketika pulang sekolah, hal pertama yang dicari anak adalah gadget dan ia menghabiskan lebih banyak waktu dengan gadget mereka, daripada di kehidupan nyata.

Solusinya, buatlah anak sibuk. Buatlah aturan satu jam bermain di luar bersama keluarga setiap anak menghabiskan satu jam di depan gadget. Tunjukkan padanya bahwa kesenangan bisa didapatkan dari interaksi di dunia nyata.

2. Mengamuk

Tandanya adalah anak mengalami penurunan minat terhadap interaksi di dunia nyata. Anak menjadi memiliki reaksi yang berlebihan, agresif, cemas, dan tertekan.

Buatlah rencana keluarga dan tetapkan batasan yang jelas. Jika anak sedang bermain dan menyelesaikan suatu misi, biarkan hingga ia selesai, jangan direbut begitu saja, karena itu adalah perilaku yang menjengkelkan.

3. Menekan tanpa konsekuensi

Ini terjadi ketika anak memprioritaskan waktunya di depan gadget, daripada hal penting lainnya, seperti tidur, makan, dan menjaga kebersihan. Anak tidak lagi peduli dengan keterlibatannya di dunia nyata.

Solusinya, libatkan keluarga dalam penggunaan gadget anak. Tonton film atau baca artikel bersama-sama, lalu berdiskusi, dan tetapkan batasan yang jelas tentang waktu penggunaan gadget bagi seluruh anggota keluarga.

 

Anak bermain rahasia dan menjadikan gadget sebagai media untuk melarikan diri

4. Rahasia

Anak menjadi bermain sembunyi-sembunyi denganmu. Mereka berjanji akan tidur di waktu tertentu, namun ternyata masih bermain gadget.

Solusinya, berkomunikasilah dengan baik. Jangan mengkritik atau menyalahkan anak, beritahu anak secara baik-baik, buat ia mengerti.

5. Media untuk melarikan diri

Banyak anak mulai menggunakan media sosial untuk melarikan diri dari tekanan sosial di sekitarnya, seperti masalah pribadi, tanggung jawab, rasa bersalah, kecemasan, dan depresi. Contohnya, ketika anak mengalami hari yang buruk, ia akan lari kepada gadget, dan bukan orangtuanya.

Solusinya adalah membantu anak menemukan hal lainnya yang bisa membuatnya merasa lega. Ajak ia jalan-jalan bersama dan bicarakan hal-hal yang membuat anak merasa putus asa.

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengakses Sosial Media Berlebihan Membahayakan Psikis
Artikel Selanjutnya
Laptop Stylish Cocok untuk Generasi Muda, Intip Harganya