Hindari Kesalahan Terbesar dalam Program Fitness dan Temukan Solusi Sederhana yang Berhasil

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 16 Februari 2026, 09:55 WIB

ringkasan

  • Kesalahan umum dalam kebugaran adalah pola pikir "semua atau tidak sama sekali" yang membuat banyak orang menyerah karena merasa harus sempurna.
  • Solusi efektif adalah konsistensi dalam melakukan tindakan kecil, seperti peregangan singkat atau jalan kaki, karena "sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali".
  • Pemulihan adalah bagian krusial dari kebugaran karena tubuh mengimplementasikan adaptasi positif dari latihan selama periode istirahat.

Fimela.com, Jakarta - Banyak dari kita sering terjebak dalam siklus "semua atau tidak sama sekali" saat menjalani program kebugaran. Pendekatan ini justru sering menjadi bumerang dan menghambat kemajuan jangka panjang yang diinginkan. Para ahli sepakat bahwa solusi sederhana terletak pada tindakan kecil yang konsisten.

Pola pikir ekstrem ini membuat banyak individu menyerah pada tujuan sehat mereka. Mereka merasa jika tidak bisa melakukan latihan sempurna atau diet ketat, maka tidak ada gunanya sama sekali. Padahal, konsistensi adalah kunci utama keberhasilan.

Harry Bullmore dalam buletin Well Enough terbaru berbicara dengan pelatih selebriti Monique Alexander. Ia menjelaskan mengapa pendekatan "semua atau tidak sama sekali" justru merugikan dan bagaimana tindakan kecil bisa memberi hasil nyata.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Jebakan Pola Pikir "Semua atau Tidak Sama Sekali"

Ilustrasi fitness (Photo by Geert Pieters on Unsplash)

Sahabat Fimela, pendekatan "semua atau tidak sama sekali" adalah jebakan umum yang seringkali membuat banyak orang menyerah pada tujuan kebugaran mereka. Pola pikir ini mendorong individu untuk merasa bahwa jika mereka tidak dapat melakukan latihan yang sempurna atau mengikuti diet yang sangat ketat, maka tidak ada gunanya sama sekali. Ini menciptakan siklus frustrasi dan kegagalan.

Pelatih kesehatan dan peraih medali emas Olimpiade, Sally Gunnell, sering mengamati pola pikir "semua atau tidak sama sekali" ini pada kliennya. Ia memberikan analogi yang menarik untuk menggambarkan situasi ini.

Menurut Gunnell, jika Anda melewatkan latihan atau makan berlebihan pada suatu hari, janganlah berkata "Saya akan mulai lagi pada hari Senin" lalu membuang sisa minggu itu. Ia menyamakannya dengan menjatuhkan ponsel, melihat retakan kecil di layar, lalu menghancurkannya berkeping-keping karena satu kesalahan kecil. Ini menunjukkan betapa merugikannya pola pikir tersebut.

3 dari 4 halaman

Kekuatan Konsistensi: Solusi Sederhana yang Efektif

Solusi untuk kesalahan umum ini adalah dengan mengadopsi pendekatan "sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali" dan fokus pada konsistensi. Monique Alexander, pelatih selebriti yang melatih bintang seperti Anne Hathaway, menekankan pentingnya hal ini. Ia menjelaskan bahwa tidak setiap latihan harus sempurna, berat, atau intens.

Alexander menambahkan, jika olahraga ingin memiliki dampak yang langgeng, hal terpenting adalah menggerakkan tubuh secara konsisten. Pada hari-hari yang sibuk, ini bisa berarti rutinitas peregangan singkat atau sekadar berjalan kaki. Tindakan kecil yang berkelanjutan jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Pendekatan "sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali" ini juga berlaku untuk pola makan. Luke Hanna, seorang pelatih pribadi dengan lebih dari satu dekade pengalaman, berpendapat bahwa tidak bermanfaat bagi orang untuk merasa sangat bersalah karena menikmati makanan.

Hanna menambahkan bahwa melabeli makanan sebagai 'baik' dan 'buruk' atau 'bersih' dan 'kotor' hanya memperburuk hubungan seseorang dengan makanan. Jika orang berhenti mengaitkan moralitas dengan makanan, mereka akan menjadi lebih baik dan terhindar dari siklus pesta-pembatasan yang merugikan.

4 dari 4 halaman

Mengapa Pemulihan Sama Pentingnya dengan Latihan

Selain konsistensi dalam bergerak, Sahabat Fimela juga perlu memahami pentingnya periode pemulihan. Banyak yang mengabaikan fase ini, padahal pemulihan adalah bagian integral dari proses kebugaran. Tubuh membutuhkan waktu untuk memperbaiki diri dan beradaptasi.

Artikel ini menyoroti bahwa meskipun latihan memicu adaptasi positif seperti jantung yang lebih sehat dan tubuh yang lebih kuat, tubuh sebenarnya mengimplementasikan adaptasi tersebut selama periode pemulihan di antaranya. Tanpa pemulihan yang cukup, manfaat latihan tidak akan maksimal.

Oleh karena itu, istirahat yang cukup, tidur berkualitas, dan nutrisi yang baik adalah komponen penting dalam rutinitas kebugaran yang efektif. Jangan biarkan pola pikir "semua atau tidak sama sekali" membuat Anda mengabaikan fase krusial ini.

Kebugaran sejati bukanlah tentang kesempurnaan atau tindakan ekstrem, melainkan tentang tindakan rata-rata yang konsisten dan berkelanjutan. Dengan mengadopsi pola pikir "sesuatu lebih baik daripada tidak sama sekali", Sahabat Fimela dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan kebugaran.

Harry Bullmore menyimpulkan bahwa jika Anda dapat menemukan cara untuk melakukan sesuatu hampir setiap hari – menggerakkan tubuh, terengah-engah, dan mengangkat sesuatu yang menantang beberapa kali seminggu – kemungkinan besar kesehatan Anda akan bergerak ke arah yang benar. Ini adalah solusi sederhana yang benar-benar berhasil.