Sukses

Beauty

Kencangkan kulit dengan tanam benang versi baru yang lebih aman

Fimela.com, Jakarta Selain operasi plastik dan botox, perempuan juga memfavoritkan prosedur tanam benang untuk mengencangkan kulit dan mengatasi keriput. Di Indonesia sendiri, tanam benang sudah sangat populer. Ini lantaran tanam benang dinilai lebih ringan, tidak menyakitkan, pemulihannya cepat, dan tidak begitu mahal bila dibanding operasi plastik. Meski begitu, tanam benang memiliki beragam risiko, antara lain infeksi, akumulasi darah, muncul benjolan, dan perubahan posisi benang.

Berkat perkembangan teknologi, tanam benang kini bersifat noninvasive (tidak memerlukan pembedahan) dan sudah diakui FDA, dengan sedikit dan bahkan tidak ada downtime. Inilah yang membuat tanam benang jadi semakin populer baru-baru ini di Amerika. Bagian pipi, double-chin, alis, dan leher biasanya yang paling banyak dipilih untuk ditanam benang.

Tanam benang versi baru dibuat dari polydioxanone (PDO) yang biasa dipakai untuk pembedahan kardiovaskular. Jahitannya tidak butuh penahan dan sepenuhnya akan terserap kulit dalam waktu 6 bulan tanpa menciptakan luka, seperti yang dijelaskan dokter kulit New York City, Dr. Paul Jarrod Frank. Ini membuat tanam benang versi baru jauh lebih aman. Sementara itu, benang versi lama terbuat dari jahitan duri permanen yang jika tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan benjolan.

Proses Tanam Benang

Sebelum tanam benang, pasien akan terlebih dahulu diberi anestesi lokal. Proses pengerjaan tanam benang versi baru kurang lebih membutuhkan waktu 1-2 jam. Jahitan ditanamkan ke dalam kulit dengan kanula kecil – serupa dengan alat untuk menyuntikkan filler. Jahitan ini akan mengangkat kulit sekaligus merangsang produksi kolagen.

Hasilnya dapat langsung terlihat dan semakin meningkat dari bulan ke bulan. Tanam benang dapat bertahan hingga 2 tahun. Namun tetap ada efek sampingnya, seperti rasa sakit sementara, bengkak, dan memar selayaknya habis disuntik. Untuk menghindari risiko adanya kemungkinan kerusakan saraf, sangat dianjurkan prosedur ini dilakukan oleh dokter kulit bersertifikasi kosmetik.

Dr. Frank mengungkapkan bahwa tanam benang memang tidak bisa disetarakan dengan operasi face-lift yang memberikan hasil permanen. Namun jika tanam benang dikombinasikan dengan treatment lainnya, cara ini jadi alternatif terbaik yang membantu menunda hadirnya keriput dan kulit mengendur. Tertarik mencoba?

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
4 Bahan Alami yang Bantu Rambut Mengembang Jadi Mudah Ditata
Artikel Selanjutnya
4 Manfaat Buah Jeruk untuk perawatan Rambut