KAPANLAGI NETWORK
MORE

Skincare: Metode Pemakaian Retinoid, Tuntaskan Jerawat dalam 5 Menit

Jumat, 11 Agustus 2017 11:00 Oleh: Monica Dian

Jerawat. Mudah muncul, sulit hilang. Setidaknya pengobatannya bisa dibantu dengan kandungan retinoid menggunakan metode Short Contact Therapy.

Retinoid, retinol, retinoic acid. Kandungan skincare yang sudah tak asing lagi di telinga kita para beauty enthusiast. FIMELA sudah beberapa kali membahas bahan aktif yang merupakan turunan dari vitamin A derivatif ini. Untuk mengetahui perbedaan ketiga kandungan sejenis ini, bisa baca di sini. Penggunaan retinol juga harus memperhatikan beberapa indikasi, seperti yang dijelaskan di sini.

Retinol dan retinoic acid biasa ditemukan pada produk skincare anti-aging. Sementara retinoid, sudah lama digunakan oleh dokter kulit untuk mengobati jerawat. Sayangnya, retinoid menyebabkan kulit sangat kering dan mengelupas, sehingga kurang disarankan untuk kulit sensitif. Pemakaiannya harus di malam hari karena retinoid sensitif terhadap sinar matahari. Harus diikuti pula dengan pemakaian moisturizer untuk menjaga kulit tetap lembap. Itulah sebabnya, pemakaian harus dengan resep dokter.

Bagaimanapun, dibanding salicylic acid dan benzoyl peroxide, retinoid menawarkan dua keunggulan sekaligus; mengobati jerawat dan mengatasi kerutan tanda penuaan. Efek sampingnya yang membuat kulit mengelupas memang tidak terhindarkan, setidaknya sebelum ada Short Contact Therapy (SCT) atau terapi olesan langsung dalam waktu singkat. Ini merupakan metode penggunaan produk yang mudah menyebabkan iritasi, seperti retinoid, yang difungsikan sebagai masker bilas dengan hasil seperti dibiarkan semalaman. Yang terpenting, tidak ada efek iritasi dengan metodi ini.

Menurut Mona Gohara, MD, dermatologist asal Yale, SCT sangat pas untuk pemakaian retinoid. Pasalnya, retinoid membuat kulit iritasi, meski sangat efektif menyembuhkan jerawat. “Sedikit kontak dengan kulit lebih baik daripada tidak sama sekali,” ucapnya.

Seberapa singkat metode SCT ini? Antara 30 detik sampai 5 menit, seperti yang dijabarkan pada studi SCT. Studi ini menguji keefektivan tazarotene gel 0,1% (salah satu produk retinoid) pada para partisipan yang memiliki wajah berjerawat selama 12 minggu. Partisipan diminta untuk mengaplikasikan retinoid pada wajah bersih sebanyak satu atau dua kali dalam sehari, dan dibiarkan selama maksimal 5 menit sebelum membilasnya.

Hasilnya, hampir semua partisipan merasakan jerawatnya berkurang secara signifikan di akhir minggu ke-12. Kesuksesannya paling terlihat pada partisipan yang hanya pakai tazarotene sekali dalam sehari selama 3,5 menit, dengan hasil 70% jerawatnya musnah. Perlu dicatat, pada beberapa kondisi, metode SCT dapat dilakukan pada wajah yang belum dibersihkan (bahkan saat masih pakai makeup). Alasannya, seperti yang dijelaskan dermatologist Sacramento Emil A. Tanghetti, MD, wajah bermakeup atau yang belum bersih bisa dijadikan penetrasi supaya retinoid tidak terlalu diserap kulit, sehingga tidak menyebabkan iritasi.

Tertarik mencoba? Menuntaskan jerawat secara cepat dengan retinoid tanpa buat kulit kering mengelupas dapat dihindari sekarang dengan SCT. Tapi ingat, keberhasilan metode ini juga pastinya memerlukan trial and error. Dengan banyaknya produk retinoid di pasaran (dengan kandungan retinoid yang jauh lebih ringan) yang bisa didapat tanpa resep dokter, jerawat bisa pula dituntaskan. Yang terpenting, jangan pencet jerawat.

Komentar Anda
Keep going