Sukses

Parenting

5 Fakta Penting Stunting yang Masih Sering Salah Kaprah

Fimela.com, Jakarta Stunting bukanlah isu baru, namun menurut situs cegahstunting.com, faktanya 1 dari 3 anak Indonesia mengalaminya. Selain itu, masih banyak juga persepsi stunting di masyarakat yang masih salah kaprah.

Dalam diskusi Stunting: Costs, Causes and Courses for Action bersama Senior-Advisor- Executive Officer of the President Republik Indonesia Dr. Brian Sriprahastuti, masih banyak info mendasar tentang stunting yang membuat orang miskonsepsi. Seperti pemahaman 1000 hari pertama kehidupan bayi, yang disalahartikan sejak bayi lahir ke dunia.

Padahal 1000 hari pertama kehidupan bayi dihitung mulai dari hari pertama konsepsi dan terbentuk embrio hingga anak berusia 2 tahun yang dinamakan masa keemasan. 1000 hari peratama kehidupan bayi menjadi awal pencegahan stunting mengingat pentingnya masa dalam kandungan sebagai pembentukan otak di janin.

Selain itu, ada lima hal penting yang wajib kita ketahui tentang stunting, yang diartikan sebagai kondisi penghambatan pertumbuhan anak yang tidak mencapai potensi maksimal akibat kurang baiknya pola makan, pola asuh, dan sanitasi.

1. Stunting tidak sama dengan gizi buruk

Stunting dan gizi buruk menjadi kasus yang paling populer dibahas dalam bidang kesehatan di media. Tapi jangan salah, keduanya mempunyai pengertian berbeda.

 Stunting diukur dengan tinggi badan, sedangkan gizi buruk diindikasi dengan berat badan berdasarkan umur.

2 Stunting bukan hanya persoalan tinggi badan

Tinggi badan hanya alat ukur untuk mendeteksi stunting. Sebab stunting bukan hanya menyebabkan 'kerdil', tapi menghambar pertumbuhan otak secara maksimal.

Anak lebih mudah sakit, prestasi di sekolah pun terganggu. Dan efek jangka panjangnya adalah sulit mencari pekerjaan, terutama di era globalisasi seperti sekarang ini.

 

 

 

3. Stunting bukan berarti bodoh atau terbelakang

1 dari 3 anak Indonesia yang stunting memilii potensi jauh lebih sehat, cerdas, dan berprestasi jika terbebas dari stunting. 

4. Stunting tidak hanya soal makanan

Pola asuh yang kurang tepat pada 2 tahun pertama kehidupan, lingkungan yang kurang bersih menjadi dua faktor penting setelah melewati masa keemasan yang menjadi penyebab stunting. 

 

5. Stunting bukan saja urusan ibu

Pencegahan stunting juga membutuhkan peran dari banyak pihak tak hanya dari ibu. Tak kalah penting adalah perhatian dari ayah, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat.

Simak Video Menarik Berikut Ini

#GrowFearless with FIMELA 

Loading
Artikel Selanjutnya
Solusi Permasalahan Gizi di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Kurangnya Konsumsi Susu Bisa Sebabkan Stunting pada Anak