Sukses

Parenting

5 Tanda Hamil Kosong yang Perlu Diwaspadai

Fimela.com, Jakarta Masa kehamilan adalah momen bahagia yang paling ditunggu-tunggu pasangan suami istri, karena hamil adalah anugerah atau kado terindah, sebagai hasil dan bentuk cinta dari pasangan suami istri.

Namun masa kehamilan bisa menjadi masa yang menyedihkan, jika mengalami hamil kosong setelah menjalani beberapa minggu masa kehamilan. Hamil kosong disebabkan karena sel telur tidak membelah dan tidak membentuk embrio, setelah dibuahi sel sperma.

Tentu saja hamil kosong atau blighted ovum adalah kondisi yang sangat tidak diinginkan pasangan suami istri. Kondisi ini bisa dialami mulai dari trimester pertama dan berakhir dalam 20 minggu pertama. Untuk mewaspadai kondisi hamil kosong, berikut tanda hamil kosong, yang dilansir dari Liputan6.com:

Pengertian Hamil Kosong

Hamil kosong atau yang disebut dengan blighted ovum, bisa terjadi saat sel telur tidak membelah dan tidak membentuk embrio, setelah dibuahi sel sperma selama beberapa minggu. Sel sperma hanya menempel pada dinding rahim, kemudian akan menghilang dari kantung hamil setelah beberapa minggu.

Hamil kosong juga sering disebut dengan kehamilan anembrionik, yang menjadi penyebab utama terjadinya keguguran dini atau kegagalan kehamilan diminggu awal. Keguguran ini bisa terjadi pada trimester pertama dan berakhir di minggu ke 20.

Pada kondisi yang normal, seharusnya embrio di dalam kandungan terus berkembang, dan di minggu ke lima atau keenam panjang embrio sekitar 18 milimeter. Hamil kosong ini bisa dilihat melalui tes USG yang dilakukan dokter kandungan.

Penyebab Hamil Kosong

Dilansir dari Mayo Clinic, penyebab hamil kosong ini belum diketahui secara pasti dan masih dilakukan dengan penelitian lebih lanjut. Tetapi beberapa ahli berpendapat, bahwa salah satu penyebab hamil kosong adalah kelainan kromosom yang terjadi saat pembuahan sel telur.

Kelainan kromosom ini terjadi karena adanya faktor genetik atau keturunan, yang bisa mempengaruhi kualitas sel sprema dan sel telur. Apalagi jika suami istri masih memiliki hubungan yang sedarah, maka kualitas sel sperma dan sel telur kurang baik jika di gabungkan.

Selain adanya kelainan kromosom, hamil kosong bisa disebabkan karena pengaruh gaya hidup yang kurang baik, seperti sering mengonsumsi alkohol, merokok atau memiliki kondisi medis tertentu.

Tanda Hamil Kosong

Tanda hamil kosong ini harus diwaspadai dan harus segera dikonsultasikan dengan dokter kandungan, karena tanda-tandanya hampir sama dengan tanda hamil di trimester awal. Berikut tanda-tanda hamil kosong:

1. Munculnya Bercak Darah

Tanda hamil kosong yang pertama adalah munculnya bercak darah atau pendarahan, seperti yang terjadi pada trimester pertama atau saat haid. Tapi jika pendarahannya semakin banyak, segera temui dokter kandunganmu.

2. Kram Perut

Kram perut juga sering dialami saat hamil di trimester pertama, karena embrio di dalam kandungan sedang bertumbuh dan berkembang. Tetapi kram perut ini juga bisa dijadikan sebagai tanda hamil kosong, yang menunjukan adanya komplikasi kehamilan, seperti kehamilan ektopik.

3. Penurunan HCG

Tanda hamil kosong yang selanjutnya, yaitu tingkat hormon Human Chorionic Gonadotropin atau hormon hCG lebih rendah, setelah ibu hamil melakuakn tes darah. Kondisi ini biasanya terjadi di masa kehamilan 6 hingga 8 minggu.

4. Sering Muntah

Saat hamil kosong, bisa juga ditandai dengan kondisi ibu hamil yang sering mual dan muntah, seperti yang dialami saat morning sickness. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh dehidrasi dan kelelahan, sehingga harus segera dikonsultasikan dengan dokter kandungan.

5. Payudara Sudah Tidak Nyeri

Payudara sering terasa nyeri saat sedang hamil, hal ini disebabkan karena tubuh mulai memproduksi air susu, seiring dengan pertumbuhan embrio yang ada di dalam kandungan. Tetapi saat hamil kosong, payudara tidak terasa nyeri lagi, karena embrio sudah tidak berkembang dan tubuh tidak memproduksi air susu.

Masih Bisa Hamil Lagi

Saat mengalami hamil kosong, tentu saja akan membuat pasangan suami istri menjadi sangat sedih. Tetapi seorang ibu bisa mengandung atau hamil lagi, setelah mengalami hamil kosong.

Kondisi hamil kosong ini hanya bertahan selama 8 hingga 13 minggu usia kandungan. Kemudian dokter akan menunggu hingga tiga kali masa keguguran, kemudian melakukan pemeriksaan darah maupun tes genetik, untuk memastikan sel telur sudah siap dibuahi dan kandungan ibu sudah kuat.

Kemudian dokter akan menyarankan untuk menunggu selama 4 hingga 6 minggu, untuk hamil lagi, setelah keguguran terjadi dan setelah mengangkat jaringan kehamilan. Mom juga bisa hamil lagi setelah 6 bulan masa keguguran.

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Cara Mengatasi Jerawat Muncul di Seluruh Tubuh
Artikel Selanjutnya
5 Efek Kesehatan yang Mengejutkan dari Kebiasaan Berjalan Kaki selama 30 Menit