Sukses

Parenting

5 Cara Menaikkan Trombosit Pada Anak dengan Nutrisi Tepat

Fimela.com, Jakarta Saat trombosit menurun akan membuat tubuh anak menjadi lemas. Kondisi ini disebut dengan trombositopenia, yang mana kandungan trombosit di dalam darah sangat sedikit.

Trombosit adalah sel darah yang tidak memiliki warna. Trombosit ini memiliki fungsi untuk menghentikan pendaharan di pembuluh darah. Seharusnya trombosit yang ada di dalam darah berjumlah 150.000 hingga 450.000 sel per microliter darah. Anak yang memiliki trombosit di bawah 150.000, akan sering mengalami mimisan, gusi berdarag dan lebam karena pembulur darah pecah.

Ada beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan trombosit menurun. Selain melakukan pengobatan secara medis, trombosit anak dapat dinaikkan dengan cara mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi. Berikut cara menaikkan trombosit pada anak dengan nutrisi tepat.:

 

Penyebab Trombosit Turun

Penyebab utama trombosit turun pada anak adalah karena trombositopenia imun (ITP). Kondisi ini bisa membuat sistem imunitas tubuh yang melawan virus, justru menyerang dan menghancurkan trombosit. Sehingga tubuh sangat rentan terkena infeksi virus.

Trombosit turun pada anak bisa disebabkan karena faktor genetik atau keturunan, memiliki kondisi kesehatan yang merusak trombosit, penyakit demam berdarah dan pola hidup yang kurang sehat.

Selain itu, memiliki riwayat penyakit leukimia, penyakit lupus, penyakit autoimun, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu serta kemoterapi, bisa menyebabkan trombosit semakin menurun dan kondisi tubuh jadi semakin lemah.

Gejala Trombosit Anak Menurun

Pada sebagian anak yang penurunan trombositnya rendah atau ringan, biasanya tidak menimbul gejala yang berat. Sedangkan anak yang mengalami penurunan trombosit yang drastis, akan timbul beberapa gejala kesehatan yang harus segera diwaspadai.

Gejala yang bisa dialami anak saat trombosit rendah, yaitu tubuh mudah memar karena pembuluh darah pecah, bagian gusi sering berdarah, sering mengalami mimisan, muncul bintik-bintik merah atau ungu kecil pada kulit, hingga munculnya darah pada urin atau feses.

Untuk gejala yang parah, anak bisa mengalami pendarahan di bagian otak yang tidak bisa dideteksi secara langsung. Saat mengalami pendarahan otak, anak akan merasakan pusing yang tak kunjung sembuh dan mengalami perubahan pola pikir atau perilaku.

Cara Menaikkan Trombosit Pada Anak dengan Nutrisi Tepat

1. Makanan Kaya Folat

Cara menaikkan trombosit yang pertama yaitu mengonsumsi makanan yang kaya akan folat, seperti bayam, kale, hati sapi, telur, jeruk, pisang, alpukat, kacang dan biji-bijian. Folat merupakan vitamin B9, yang berfungsi untuk pembelahan sel sehat dalam tubuh dan meningkatkan jumlah trombosit darah.

2. Makanan Kaya Zat Besi

Makanan kaya zat besi juga dibutuhkan untuk menaikkan trombosit. Zat besi juga bisa membantu meningkatkan energi agar tidak mudah lelah, mencegah anemia dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang mengandung zat besi adalah tiram, hati sapi, kedelai, bayam, kacang-kacangan dan biji-bijian.

3. Makanan Kaya Vitamin C

Vitamin C yang terkandung di dalam makanan, bisa membantu meningkatkan trombosit dan menjaga sistem kekebalan tubuh bekerja dengan benar. Vitamin C juga bersifat sebagai antioksidan yang baik untuk tubuh si kecil. Makanan yang mengandung vitamin C adalah mangga, jambu, jeruk, bayam, brokol dan kembang kol.

4. Makanan Kaya Vitamin D

Menaikkan trombosit juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D. Vitamin D ini bisa meningkatkan produksi trombosit dan sel darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Selain di dapatkan dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari kuning telur, ikan berlemak, salmon, tuna, mackerel dan minyak hati ikan.

5. Makanan Kaya Vitamin K

Cara menaikkan trombosit anak yang terakhir, yaitu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin K, seperti bayam, kangkung, kale, brokoli, kedelai telur, hati dan labu. Vitamin K bisa menaikkan trombosit darah, menguatkan tulang dan mencegah pendarahan.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Penyebab Demam Berdarah yang Paling Umum Beserta Gejala dan Cara Pengobatannya
Artikel Selanjutnya
Mengenal Penyebab Disleksia pada Anak Beserta Gejalanya