Sukses

Entertainment

Q Film Festival, Untuk Mereka Yang Miliki Pilihan Berbeda

Next

qfilm

Kita tentunya masih ingat saat tahun  2010 lalu, sebuah kelompok radikal yang mengidentifikasikan diri mereka dengan sebuah kepercayaan mencoba memberhentikan berjalannya Q Film Festival. Kelompok tersebut berkumpul di depan salah satu venue dan menuntut perwakilan Q Film Festival untuk bertemu mereka. Berteriak, mengancam agar pelaksanaan Q Film Festival tahun itu dihentikan saat itu juga. Alasan kelompok ini, bahwa festival film tersebut ‘mempromosikan’ sebuah gaya hidup yang amoral.

Nggak ada yang bisa mencegah hal itu. Keberagaman adalah sebuah warna, juga konsekuensi, dari tinggal di negara kepulauan besar seperti nusantara ini. Berpikiran terbuka memiliki arti tersendiri bagi sebagian orang. Nggak semua orang juga bisa menerima bahwa ada sebuah festival film unik bernama Q Film Festival. Festival film apakah ini? Mengapa unik? Mengapa kelompok radikal sangat membencinya?

Q Film Festival digagas oleh sekelompok orang yang ingin memperkenalkan rasa baru ini ke lingkungan sekitarnya. Rasa baru yang tidak biasa di sini. Bahkan di luar negeri pun sama tidak biasanya. Hanya beberapa tahun terakhir rasa baru yang tidak biasa ini pelan-pelan mendapatkan penerimaan. Q Film Festival mempersembahkan deretan film-film terpilih yang berfokus pada hubungan sesama jenis (gay atau lesbian), biseksual, serta transgender. Kadang isu hubungan sesama jenis, biseksual dan transgender itu menjadi tema utama, kadang justru hanya menjadi pemanis saja. Tapi intinya sama.

Q Film Festival mengalami fase inkubasi pertama kali sejak tahun 2002 dan dengan interval beberapa tahun dalam pelaksanaannya tahun ini menginjak usia pelaksanaan kesepuluh. Dimulai oleh sesama pecinta film, jurnalis, dan penggiat LGBT (lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) Festival film ini tidak melulu diisi pemutaran film. Ada diskusi, meet and greet, pameran, sampai tes HIV gratis (not to mention, wicked opening and closing party - ehem).

Sejak pertama kali diadakan, festival ini sudah merambah beberapa kota seperti Surabaya, Malang, Denpasar, Yogyakarta, hingga Makassar. Dalam satu dekade, sebuah ide kecil berkembang begitu besarnya. Menjadi satu-satunya festival film terbesar  (jumlah film yang ditayangkan dan jumlah hari pelaksanaan, 800 film selama hampir sepuluh tahun dan 160.000 penonton) dengan tema khusus di kawasan Asia.

Insert Q Film Festival 2011 Poster courtesy of www.q-munity.org

 

Next

 

arisan2Perkembangan signifikan terus dialami film festival ini. Misalnya saja keputusan Komnas HAM mengenai perlindungan terhadap kaum gay, lesbian dan transgender sejak empat tahun terakhir. Tidak bisa dianggap remeh pastinya. Langkah yang signifikan dari Komnas HAM sendiri mengingat sensitifnya isu yang berputar, dan betapa kelompok minoritas ini sering menjadi subjek bully, ancaman, hingga serangan dengan kekerasan.

Q Film Festival menjadi kesempatan bagi mereka yang merasa adalah golongan heteroseksual untuk membuka diri, memahami lebih jauh isu satu ini. ketidakpahaman kita sering terjadi karena kita berat hati membuka diri. Q Film Festival menjadi kesempatan bagi mereka pecinta film untuk menonton film-film terpilih, yang seringnya memang adalah kelas-kelas film festival. Tidak memiliki area penayangan yang luas, cerita berbobot, pemain yang kadang kurang terkenal, dan bagi mereka yang paham – artsy. Jika Fimelova beruntung, bahkan bisa bertemu dengan sosok-sosok dari film yang ditayangkan (tentunya, bila mereka diundang secara khusus).

Seleksi film tahun ini juga menarik. Ada “Weekend” yang sudah sangat terkenal di luar dan memenangkan penghargaan. Dari negeri sendiri ada “Arisan 2” dari Nia Dinata dan “Dilema” dari Wulan Guritno yang ikut membahas isu-isu homoseksual di dalam film-filmnya.  Tahun ini agak unik. Bagi mereka yang ingin mengejar jadwal penayangan bisa memantau official twitter account dari Q Film Festival @QFilmFestival. Film-film yang akan ditayangkan pada hari H diumumkan pada hari itu juga, kabarnya untuk meningkatkan minat para penonton. Langkah ini sepertinya sukses, karena kabarnya (lagi) hari pelaksanaan akan diperpanjang.

Venue pelaksanaan tidak kami sebutkan di sini. Silahkan memantau lini masa Q Film Festival dan tonton film yang Fimelova inginkan. Sebagian ada di kawasan Jakarta Selatan, sisanya di Jakarta Pusat. Kami rasa ini juga pertimbangan keamanan. Semua film gratis, penonton hanya perlu menunjukkan kartu identitas yang masih berlaku. Semua film hanya boleh ditonton oleh mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Jadi, siap untuk membuka pikiran kamu?

What's On Fimela
Loading