KAPANLAGI NETWORK
MORE

Fashion Blogger Jangan Hanya Posting "OOTD", Jadilah Berpengaruh Seperti Para Blogger Ini

Kamis, 05 Februari 2015 14:00 Oleh: Stanley Dirgapradja

Jadi fashion blogger terlihat mudah. Dandan keren, foto, posting di media sosial. Banyak yang suka, tambah penggemar. Beres? Nggak selesai di situ, Fimelova

Fashion blogger, awalnya adalah kalangan non profesional (atau yang nge-blog hanya sebagai hobi, sementara ia punya pekerjaan lain) yang menyukai fashion (hidup dan bernapas fashion – katanya), memiliki personal style yang seru (dan didukung oleh koleksi barang-barang fashion yang nggak kalah seru). Saat ini, fashion blogger (atau personal style blogger, begitu sebagian menyebutnya) sudah menjadi begitu serius.

Fashion blogger atau personal style blogger yang serius membuat kediaman (blog) mereka menjadi seperti  sebuah majalah. Foto outfit diatur sedemikian rupa, persiapannya serius. Sama seperti saat editor majalah dan stylist menyiapkan photoshoot untuk majalah fashion sebenarnya. Saat ini sudah terjadi, para blogger yang bersangkutan sudah menyadari bahwa pembaca dan penikmat blog-nya tidak terbatas pada fans yang hanya menyukai gaya mereka saja. Tapi kemungkinan adalah para pengamat, yang bekerja profesional di industri fashion.  Dan mungkin menjadi pelanggan potensial.

Dari situ, para blogger profesional ini tidak hanya meramaikan event-event fashion penting, tapi juga menjadi influencer bagi banyak brand, seiring pengikut mereka yang bertambah banyak di media sosial (instagram, tumblr, blogspot, twitter, facebook, YouTube). Mereka diposisikan untuk menjadi yang pertama tahu perubahan trend dari fashion brand, mengabarkan trend, dan lewat blog pribadi diharap mampu menaikkan penjualan brand yang bersangkutan. Bukan tugas yang mudah.

Dan dari sekian banyak fashion blogger, beberapa orang ini sudah melakukannya dengan profesional. Blog mereka sudah mendatangkan uang, berkolaborasi dengan banyak fashion brand terkenal, menjadi juri di kompetisi bakat fashion bersama Tyra Banks, bahkan mendapat tempat khusus untuk meliput Victoria's Secret fashion show. Beberapa masih mengurus blog-nya sendiri. Namun, beberapa sudah dibantu tim karena pekerjaan yang sudah begitu banyak.

Leandra Medine (2) dari blog Man Repeller. Blog yang ditulis dengan humor yang cerdas ini menggabungkan lelucon, personal style Leandra Medine yang nyentrik serta harapannya agar perempuan bebas bergaya seperti yang mereka inginkan. Leandra Medine sudah berkolaborasi dengan begitu banyak fashion brand. Rebecca Minkoff, Michael Kors, Dannijo, dan Stuart Weitzman hanyalah sebagian di antaranya.

Garance Dore (4) dari blog Garance Dore. Garance adalah fotografer, ilustrator sekaligus blogger. Favorit fotografer street style ini sudah berkolaborasi dengan brand-brand raksasa seperti Dior, Tiffany & Co, J. Crew. Ia sudah menulis untuk Vogue Paris dan langganan front row di fashion week.

Bryanboy (5). Blog-nya membawa Bryan dari kota Filippina di Asia Tenggara ke New York, tempat ia tinggal saat ini. Ia hadir secara reguler di fashion week, keliling dunia untuk menjadi influencer (termasuk ke Jakarta), dan sempat bergabung dengan America's Next Top Model.

Chiara Ferragni (8) dari blog The Blonde Salad sepertinya termasuk yang paling sukses saat ini. Ia membuat koleksi sepatu yang dijual di retailer ternama di seluruh dunia. Agenda traveling-nya tanpa henti. Bahkan sudah menjadi cover untuk beberapa majalah fashion. Plus, ia mendapat tempat khusus untuk meliput show terakhir Victoria's Secret.

Nicole Warne (1)  dari blog Gary Pepper Girl. Meski tinggal di Sydney, kesuksesan blog Nicole menyebar ke seluruh dunia. Ia pernah bekerjasama dengan Lancome, dan menjadi wajah sampul  majalah Lucky bersama Chiarra Ferragni.

Elin Kling (3). Ia memulai blog yang keren di New York, berkolaborasi dengan H&M, dan membuat label fashion sendiri, dan sukses. She's a blogger and a serious fashion designer.

Jessica Stein (7) dari blog Tuula Vintage. Tinggal di Sydney, memiliki feed instagram yang seru karena rajin traveling. Dan pernah berkolaborasi dengan Dior.

Sussana Lau (6) alias Susie Bubble dari blog Style Bubble. Dia ada di fashion event penting mana pun di seluruh dunia. Basically, Sussie adalah editor fashion yang tak mau bekerja di majalah. Personal style-nya seru dan dia juga favorit fotografer street style.

Dari Tanah Air, baru sedikit blogger yang mampu bertahan begitu lama dan terus relevan di antara demografi pembaca mereka yang terus berubah. Sebut saja Diana Rikasari, Andra Alodita, dan Evita Nuh. Ketiganya sudah cukup lama di lingkup blogging, lalu menemukan outlet baru yaitu media sosial di mana mereka makin memperluas pengaruh serta jangkauan. Diana Rikasari (9) menemukan kecintaan pada home décor, membuat sepatu, dan menjadi penulis buku laris.

Andra Alodita (10) adalah beauty dan lifestyle blogger, kebetulan juga adalah fotografer profesional. Blog-nya modern, bersih, dan artistik. Ia mengundang banyak kolaborasi, salah satunya adalah bersama SKII. Produk kecantikan premium. Sementara itu, Evita Nuh (11) yang masih harus membagi jadwal sekolah dengan kesibukan blogger-nya, bertransformasi menjadi desainer aksesori yang berpotensi laris manis di kalangan anak muda dan fashionista.

Jadi, bila kamu masih percaya bahwa blog-mu akan sukses, terus lakukan. Tampil beda. Bereksperimen dengan gaya pribadi, perhatikan trend. Jadilah inspirasi untuk penikmat blog-mu. Pemilik blog juga adalah kurator, dan editor. Di satu titik, blogger lebih percaya diri daripada editor fashion yang mungkin melakukan foto ‘ootd' dengan  malu-malu. Belajar dari para blogger sukses di atas.

Komentar Anda
Keep going