KAPANLAGI NETWORK
MORE

Prediksi Masa Depan Busana Muslim Indonesia di Muslim Fashion Festival 2017

Selasa, 11 April 2017 13:45 Oleh: Monica Dian

Modest Young Designer Competition menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta kreatif dan inovatif di industri fashion muslim.

Memiliki mayoritas penduduk muslim, Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi industri busana muslim. Terlebih dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia yang dicanangkan oleh pemerintah, memang sangat perlu melakukan perkembangan pada ranah ini. Dan hal tersebut direalisasikan melalui ajang kompetisi bernama Modest Young Designer Competition (MYDC).

Kompetisi pada gelaran Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia ini kolaborasi dengan ZOYA (brand busana muslim di bawah naungan Shafira Corporation (Shafco) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, 6-9 April 2017 lalu itu membuktikan bahwa banyak bibit bertalenta yang siap mengembangkan industri busana muslim tanah air. Kompetisi ini sendiri diselenggarakan dengan tujuan memotivasi generasi muda untuk meningkatkan kompetisi pakaian muslim Indonesia agar tidak kalah saing dengan buatan negara lain.

Yang dapat mengikuti kompetisi ini adalah warga Indonesia berusia 17-35 tahun dan siap mengikuti trade shows. Dari sekian banyak peserta, terpilihlah 15 finalis desainer yang datang dari berbagai penjuru Indonesia dan siap memamerkan koleksi rancangannya di runway MUFFEST. Menariknya, usia mereka terbilang masih muda, dan beberapa di antaranya bahkan masih duduk di bangku sekolah menengah ke atas. Meski tidak semuanya memiliki latar belakang pendidikan tata busana, faktanya mereka dapat menciptakan desain-desain yang mengundang decak kagum para juri.

Tiga juara utama dan juara favorit ditentukan oleh lima juri yang terdiri dari Ali Charisma (National Chairman Indonesian Fashion Chamber yang di sini bertindak sebagai Ketua Juri), Ivan Kurniawan (Shafco), Taruna K. Kusmayadi (Fashion Designer/Entrepreneur), Sofie (Fashion Designer/Entrepreneur), Hannie Hananto (Fashion Designer/Entrepreneur), Restu Anggraini (Fashion Designer/Entrepreneur), dan Ratna Irina (Editor in Chief FIMELA.com).

Sebelum memamerkan karya rancangan yang bertemakan “The Z-Digitarian” di acara final Modest Young Designer Competition pada 7 April 2017 lalu, para finalis berkesempatan mendapatkan coaching dari desainer senior, dimana mereka diberi arahan untuk menyempurnakan tiga dari enam sketsa rancangannya. Kemudian, mereka melalui sesi interview tertutup dimana masing-masing mempresentasikan hasil akhir koleksinya kepada dewan juri.

Yang dinanti pun tiba, 15 finalis desainer secara nyata dapat memamerkan tiga koleksi rancangannya di atas panggung runway MUFFEST Indonesia di depan para juri, tamu undangan, dan media. Setelah melakukan penilaian, dewan juri mengumumkan nama-nama pemenang. Juara favorit dimenangkan oleh Ajeng Atma Kusuma yang mengambil motif tenun sebagai salah satu daya tarik koleksi rancangannya. Lania Rachmawati memenangkan juara ketiga dengan detail-detail menakjubkan pada koleksi berwarna beige and hijau emerald yang segar. Juara kedua oleh Aji Suropati yang menggunakan kain tenun badui pada koleksinya yang edgy. Juara pertama jatuh pada Ray Anjas Maulana yang juga menggunakan kain tenun badui yang diaplikasikan pada koleksinya yang bold dan sporty.

Selain hadiah uang tunai, pemenang Modest Young Designer Competition (MYDC) 2017 akan mendapatkan kontrak kerja sebagai desainer brand ZOYA serta memperoleh kesempatan mengikuti Hongkong Fashion Week. Sebuah prestasi yang membanggakan, dapat berperan memajukan laju industri busana muslim Indonesia sekaligus memperkenalkannya di ajang internasional.

Komentar Anda
Keep going