KAPANLAGI NETWORK
MORE

Lahir di Pengungsian, Halima Aden Jadi Model High Fashion Berhijab

Kamis, 16 Februari 2017 17:00 Oleh: Monica Dian

Jadi satu-satunya model yang mengenakan hijab di fashion show Yeezy pada New York Fashion Week, nama Halima Aden makin melambung dan disebut-sebut berpotensi menjadi ikon di dunia fashion.

New York Fashion Week boleh dikatakan tak lengkap tanpa kehadiran Yeezy, hasil sentuhan tangan Kanye West. Memamerkan Yeezy Season Five, koleksi Fall 2017 yang berkolaborasi dengan Adidas ini dianggap menjadi salah satu koleksi Kanye yang paling segar oleh para kritikus. Dan bukan Kanye West namanya jika tidak menampilkan sesuatu yang menggelitik. Selain show yang berlangsung singkat (hanya 15 menit) dan adanya aturan larangan memotret maupun akses media sosial selama berjalannya acara, model yang berjalan di runway pun turut mengundang perhatian.

Seorang model berhijab yang melenggang memamerkan salah satu koleksi Yeezy seketika menjadi sorotan. Bernama Halima Aden, model berkulit gelap ini baru saja menandatangani kontrak dengan agensi modeling IMG Models yang sudah memayungi sejumlah supermodel papan atas seperti Gigi Hadid dan Hari Nef. Artinya, karier modeling perempuan 19 tahun ini menjanjikan. Terbukti dengan keikutsertaannya pada show Yeezy, yang merupakan show pertamanya. Sebuah langkah besar dapat debut di New York Fashion Week.

Sebelumnya, sosok Halima sempat menjadi pemberitaan. Ia pernah mengikuti ajang putri kecantikan Miss Minnesota. Ia memang tak menang dan hanya berkutat di posisi 15 besar. Namun, keputusannya memakai hijab dan tampil dengan burkini pada sesi busana renang otomatis membuatnya jadi objek perbincangan.

Tidak ada bayangan sama sekali dalam benak perempuan berdarah Somali-Amerika ini untuk jadi model. Dilahirkan di kamp pengungsian Kenya, Halima menyebutkan bahwa ia sangat bangga menjadi warga negara Amerika Serikat. Dan ia senang dapat mempresentasikan perempuan Muslim di negara yang notabene sebagian besar masyarakatnya masih memicingkan mata pada warga Muslim karena penggambaran media selama ini.

“Aku ingin menyampaikan pesan tentang kecantikan dan perbedaan, serta menunjukkan pada perempuan Muslim lainnya bahwa masih ada ruang bagi kita,” ungkapnya pada Business of Fashion.

Selain tampil di show Yeezy, ia juga sudah mengantongi sejumlah kegiatan yang dapat memenuhi CV-nya, termasuk pemotretan oleh fashion fotografer legendaris Mario Sorrenti dan tampil CR Book Fashion. Bahkan mantan editor-in-chief Vogue Prancis, Carine Roitfled, resmi jadi salah satu penggemar model berkulit gelap ini.

“Halima memecah batasan kecantikan dan persepsi orang dengan menjadi dirinya sendiri,” terang Carine. “Menurutku sangat inspiratif, dan aku tahu ia akan jadi seorang ikon.” Siap-siap untuk melihat Halima lebih sering, dan kita harus siap-siap untuk menikmati lebih banyak koleksi high fashion dengan gaya hijab. Which is a good news, right?

Komentar Anda
Keep going