Sukses

Health

9 Penyebab Keputihan Berlebih yang Perlu Kamu Waspadai

Fimela.com, Jakarta Keputihan yang berlebih terkadang membuat kita khawatir. Ovulasi dapat mempengaruhi jumlah keluarnya cairan yang kamu hasilkan sepanjang siklus menstruasi.

Keputihan paling sering merupakan kejadian normal dan teratur. Namun ada beberapa jenis keputihan yang dapat mengindikasi terjadinya infeksi. Keputihan yang tidak normal mungkin akan berwarna kuning atau hijau dengan konsistensi kental dan berbau.

Kamu juga perlu mengatur pola makan dan menjaga kebersihan dalam diri. Untuk itu kamu perlu mencari tahu penyebab keputihan berlebih yang sering terjadi. Berikut di bawah ini beberapa penyebab keputihan berlebih:

1. Masa Ovulasi

Keputihan akan meningkat ketika masa siklus menstruasi kamu sekitar hari ke 14 saat tubuh kamu bersiap melepaskan sel telur dari ovarium. Saat ovulasi semakin dekat biasanya keputihan akan menjadi lebih basah, jernih, dan elastis dari sebelumnya. Gejala ovulasi lainnya termasuk peningkatan suhu ataupun nyeri perut.

2. Mengalami Rangsangan

Jika kamu sedang terangsang, biasanya pembuluh darah di alat kelamin akan melebar. Hal ini dapat mengakibatkan vagina mengeluarkan cairan sebagai pelumas dan membuat dinding menjadi basah.

 

3. Mengalami Stress

Selanjutnya keputihan berlebih juga dapat dikarenakan Stress atau ketidakseimbangan hormone atau kondisi kesehatan lainnya, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS juga dapat mempengaruhi sekitar 10 persen perempuan usia produksi.

Sementara beberapa perempuan yang jarang keputihan biasanya memiliki gejala rambut wajah maupun tubuh berlebih dan menambah berat badan sehingga menstruasi tidak teratur.

4. Reaksi Alergi

Reaksi alergi juga dapat terjadi di sekitar vagina. Reaksi alergi pada vagina juga dapat terjadi karena pembersih, jenis kain yang digunakan, dan kertas toilet.

5. Mengonsumsi Antibiotik

ANtibiotik juga dapat membantu sejumlah penyakit, namun juga dapat menganggu keseimbangan bakteri di vagina. Selain itu hal ini juga dapat menyebabkan infeksi jamur yang sering ditandai dengan keputihan yang berlebih. Kamu mungkin akan mengalami:

  • Gatal.
  • Ruam.
  • Rasa terbakar atau nyeri saat berhubungan seksual dan buang air.

6. Menggunakan Kontrasepsi Hormonal

Kontrol kelahiran hormonal juga dapat memiliki beberapa kelebihan, seperti melindungi dari kehamilan dan membantu menstruasi. Namun kamu juga akan mengalami efek samping tertentu, termasuk peningkatan keputihan. Anda mungkin akan mengalami:

  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Perubahan libido.

7. Tanda-Tanda Kehamilan

Hampir semua orang yang mengalami penigkatakan keputihan saat hamil. Hal ini membantu melindungi janin dari infeksi yang mungkin menyebar ke vagina dank e dalam rahim. Keputihan yang kamu alami kemungkinana akan bening maupun berwarna putih. Gejala awal kehamilan lainnya termasuk:

  • Terlambat menstruasi.
  • Mual.
  • Kelelahan.
  • Peningkatan buang air kecil.

8. Sedang Menyusui

Lochia merupakan salah satu jenis keputihan yang mungkin akan kamu alami dalam beberapa minggu setelah melahirkan. Saat kamu menyusui cairan keputihan akan bertambah banyak. Hal ini biasanya akan dimulai sebagai pendarahan merah tua dan berubah menjadi merah muda maupun coklat. Lochia umumnya akan berhenti empat hingga enam minggu setelah kamu melahirkan.

9. Tanda Bakteri Vaginosis

Vaginosis bakterialis juga dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri yang berlebihan di dalam vagina. Hal ini juga dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan cairan yang berbau amis berwarna abu-bau, hijau maupun putih.

Gejala lain yang termasuk dapat berupa gatal pada vagina atau rasa terbakar saat buang air kecil. Mandi atau berhubungan seks tanpa pelindung juga dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jenis ini.

Itulah beberapa penyebab keputihan berlebih, untuk mencegah infeksi kamu dapat memperhatikan kebersihan yang baik dan menggunakan pakaian yang berbahan katun menyerap keringat. Untuk mengurangi kemungkinan infeksi jamur saat mengonsumsi antibiotik, kamu dapat mengonsumsi yogurt yang mengandung biakan hidup dan aktif.

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Penyebab Demam Berdarah yang Paling Umum Beserta Gejala dan Cara Pengobatannya
Artikel Selanjutnya
Mengenal Penyebab Disleksia pada Anak Beserta Gejalanya