KAPANLAGI NETWORK
MORE

Tak Punya Payudara Bukan Lantas Berhenti Pakai Bra

Kamis, 10 November 2016 10:35 Oleh: Stanley Dirgapradja

Mencari bra bagi mereka yang telah melewati prosuder mastektomi bukan hal mudah di Indonesia. Kebanyakan masih mencari ke Singapura. Ironinya, bra mastektomi itu pun dibuat di Indonesia.

Raquel Lingerie Mastectomy Bra

Bagi penderita kanker payudara, baik itu survivor maupun para warrior, prosedur mastektomi adalah salah satu langkah medis yang sudah pasti jadi momok tersendiri. Karena setelah mastektomi, masalah tidak selesai di situ saja.

Kadang, pengangkatan payudara tidak hanya pada satu sisi saja. Ada yang semua sekaligus. Tapi, meski payudara diangkat semua, bukan berarti tidak ada alasan lagi untuk memakai bra. Justru, keberadaan bra itu menjadi lebih penting. Terutama untuk menunjang proporsi tubuh.

Poin ini tersampaikan di tengah gathering Love Pink yang berlangsung akhir pekan lalu, di Love Pink Care Center di kawasan Ahmad Dahlan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Bagi Love Pink sendiri, kumpul-kumpul ini menjadi agenda wajib untuk saling meng-update kabar sesama anggota, sambil terus berbagi informasi mengenai kanker payudara.

Di tengah gathering kemarin, Love Pink mengundang Dr Alfiah Amiruddin, MD. MS untuk berbagi lebih banyak mengenai kanker payudara. Salah satu poin terpenting yang beliau bagikan adalah pentingnya memiliki laporan Pathology Anatomy yang lengkap untuk pemeriksaan kanker payudara. Laporan seperti ini begitu terperinci dan sudah standar internasional, dan semakin memudahkan pihak medis untuk memberikan tindakan yang tepat bagi kondisi kanker payudara yang diderita. Setiap pasien harus meminta jenis laporan seperti ini. Karena saat kita berencana untuk berobat ke luar negeri, laporan yang terinci ini akan mudah dipahami dokter-dokter di sana.

Frida Permana dan Founder Love Pink

Menyinggung kondisi payudara yang sering alami iritasi setelah mastektomi, memang dibutuhkan bra khusus sebagai jawabannya. Setelah prosedur mastektomi, kelenjar minyak bagian payudara memang sudah tidak bekerja maksimal. Bra yang cocok adalah berbahan katun. Dengan memakai bra bahkan setelah prosedur mastektomi, bra akan tetap mendukung proporsi tubuh di saat yang sama masih mempertahankan bentuknya, menurut Freda Permana, founder Raquel Lingerie yang secara khusus memperkenalkan produk bra mastektomi brand tersebut di gathering kemarin.

Salah satu trik Freda yang mengaku melakukan riset setidaknya 2 tahun untuk bisa membuat bra mastektomi dengan rasa nyaman maksimal, adalah mengganti kawat di bagian wire channeling (bagian lekukan cup bra), dengan bahan katun yang sesuai. Raquel Lingerie mematok harga cukup murah untuk setiap mastektomi bra mereka. Di kisaran Rp 375.000,- saja. Langkah Freda selanjutnya, melakukan riset untuk membuat swimwear bagi penderita kanker payudara yang sudah melewati prosedur mastektomi.

Komentar Anda
Keep going